Aqiqah adalah salah satu amalan sunnah yang memiliki nilai ibadah tinggi di dalam Islam. Ibadah ini dilakukan sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT atas kelahiran seorang anak, sekaligus menjadi penghidupan sunnah Nabi Muhammad ﷺ. Selain itu, aqiqah juga mengandung makna sosial yang dalam, yaitu berbagi kebahagiaan dan rezeki kepada kerabat, tetangga, serta kaum yang membutuhkan.
Namun, sebagaimana ibadah lainnya, aqiqah tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Salah satu aspek terpenting yang perlu diperhatikan adalah pemilihan hewan yang akan disembelih, dalam hal ini kambing atau domba. Hewan ini memiliki syarat tertentu agar sembelihan aqiqah sah menurut syariat.
Artikel ini akan mengulas secara mendalam mengenai syarat kambing untuk aqiqah, dilengkapi dalil, panduan memilih, tips praktis, hingga kesalahan umum yang sering terjadi.
1. Landasan Hukum Aqiqah
Aqiqah memiliki dasar hukum yang kuat dalam sunnah Nabi ﷺ. Salah satu hadits yang menjadi rujukan utama adalah:
“Setiap anak tergadai dengan aqiqahnya, disembelihkan (untuknya) pada hari ketujuh, diberi nama, dan dicukur rambutnya.”
(HR. Abu Dawud, Tirmidzi, dan Ibnu Majah)
Para ulama fiqih menyepakati bahwa aqiqah hukumnya sunnah muakkadah (sunnah yang sangat dianjurkan) bagi yang mampu. Pelaksanaan aqiqah yang sesuai tuntunan akan memberikan keberkahan, baik bagi anak maupun keluarganya.
2. Jumlah Kambing untuk Aqiqah
- Anak laki-laki: disunnahkan dua ekor kambing.
- Anak perempuan: cukup satu ekor kambing.
Meskipun demikian, jika hanya mampu menyediakan satu ekor kambing untuk anak laki-laki, ibadahnya tetap sah. Hal ini didasarkan pada riwayat bahwa Rasulullah ﷺ pernah mengaqiqahi cucunya, Hasan dan Husain, masing-masing dengan seekor kambing.
3. Syarat-Syarat Kambing untuk Aqiqah
a. Jenis Hewan
Hewan yang digunakan untuk aqiqah adalah kambing atau domba, tanpa keharusan jantan atau betina. Yang terpenting adalah memenuhi syarat umur dan kondisi kesehatan.
b. Umur Minimal
Umur minimal kambing atau domba mengikuti ketentuan hewan kurban:
- Kambing: minimal berumur 1 tahun (memasuki tahun kedua).
- Domba: minimal berumur 6 bulan, tetapi sudah berganti gigi (poel).
Ketentuan umur ini menjamin bahwa hewan telah cukup dewasa untuk disembelih dan dagingnya layak konsumsi.
c. Kondisi Fisik
Kambing untuk aqiqah harus bebas dari cacat yang mengurangi kualitas atau kuantitas daging. Hewan yang tidak sah antara lain:
- Buta sebelah atau kedua mata.
- Pincang parah.
- Sakit keras.
- Kurus kering tanpa lemak.
- Telinga atau ekor terpotong sebagian besar.
Hal ini sesuai hadits riwayat Abu Dawud yang melarang menyembelih hewan dengan cacat yang jelas.
d. Sehat dan Tidak Terjangkit Penyakit
Hewan harus sehat secara umum, memiliki nafsu makan yang baik, dan tidak menunjukkan tanda-tanda sakit seperti lesu, demam, atau terkena penyakit kulit.
e. Kepemilikan yang Sah
Kambing harus berasal dari harta yang halal dan milik sendiri, bukan hasil curian atau diperoleh dari transaksi yang haram. Kehalalan sumber harta ini berpengaruh pada keberkahan ibadah.
4. Waktu Pelaksanaan Aqiqah
Waktu yang paling utama adalah hari ketujuh setelah kelahiran anak. Namun, jika belum mampu, boleh dilakukan pada hari ke-14, ke-21, atau di waktu lain ketika sudah memiliki kemampuan.
Beberapa ulama bahkan membolehkan aqiqah dilakukan setelah anak dewasa jika sebelumnya tidak mampu melaksanakannya.
5. Perbedaan Kambing Aqiqah dan Kambing Kurban
Walaupun syarat fisiknya mirip, terdapat perbedaan dalam ketentuan pelaksanaan:
- Jenis kelamin hewan: Aqiqah lebih fleksibel, boleh jantan atau betina.
- Jumlah hewan: Disesuaikan dengan kelahiran anak (1 atau 2 ekor), sedangkan kurban bisa 1 ekor untuk 1 orang atau 1 sapi untuk 7 orang.
- Waktu: Aqiqah dilakukan kapan saja setelah kelahiran, kurban hanya di hari raya Idul Adha dan hari tasyrik.
6. Tips Memilih Kambing Aqiqah Berkualitas
- Periksa usia: Pastikan sesuai ketentuan umur minimal.
- Periksa kesehatan: Mata cerah, bulu bersih, dan nafsu makan baik.
- Periksa fisik: Tidak cacat, gemuk, dan berotot.
- Beli dari peternak terpercaya: Hindari membeli hewan dari sumber yang tidak jelas.
- Pilih pakan alami: Hewan yang diberi pakan hijauan biasanya lebih sehat dan dagingnya lebih lezat.
7. Kesalahan Umum Saat Membeli Kambing Aqiqah
- Membeli kambing tanpa memeriksa umur dan kesehatan.
- Mengutamakan harga murah tanpa mempertimbangkan kualitas.
- Tidak memastikan kepemilikan hewan halal.
- Menunda aqiqah terlalu lama tanpa alasan syar’i.
8. Hikmah dan Manfaat Aqiqah
Selain sebagai bentuk ketaatan, aqiqah juga memiliki hikmah:
- Mempererat hubungan sosial melalui pembagian daging.
- Menghidupkan sunnah Nabi ﷺ.
- Menanamkan nilai syukur sejak kelahiran anak.
- Membersihkan dan melindungi anak secara spiritual.
Syarat kambing aqiqah bukan sekadar membeli hewan, tetapi bagian dari menjaga kesempurnaan ibadah. Dengan memperhatikan jenis, umur, kesehatan, kondisi fisik, dan sumber kepemilikan, aqiqah akan menjadi ibadah yang sah, berkah, dan bermanfaat bagi banyak orang.
Pelaksanaan aqiqah hendaknya dilakukan dengan penuh keikhlasan, mematuhi tuntunan syariat, serta memanfaatkan kesempatan untuk berbagi kepada sesama.